Minggu, 28 Desember 2008

Jengkol versus petai

Eh, eh, pada suka jengkol? Atau pete? Atau penyuka keduanya. Atau bahkan ga suka keduanya. Ah jangan bohong deh, emang enak kok tuh petai. Tp klw eike sih ga suka jengkol, bahkan sebelum tau fakta berikut.

Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji petai. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau. Salah satu gas yang terbentuk dari unsur itu adalah gas H2S (hidrogen sulfida) yang terkenal sangat bau.


eh ternyata yah c jengkol itu berbahaya klw dimakan berlebihan. Kenapa coba, soalnya jengkol ini punya kandungan asam yang banyak salah satunya asam Jengkolat. Bedanya sama asam2 lainnya ialah asam Jengkolat ini ga kebuang seperti asam lain pas kita pipis karena dia emang sulit larut sm air. Diem aja tuh dia, dia malahan ngendap di dalem ginjal terus jadi kristal dan membuat kita susah pipis. Noh sakit yang kaya jengjeriheun (kayaknya sih).

Kandungan asam jengkolat pada biji jengkol bervariasi, tergantung pada varietas dan umur biji jengkol. Jumlahnya antara 1 - 2 % dari berat biji jengkol. Tetapi yang jelas asam jengkolat ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Penyebabknya adalah terbentuknya kristal asam jengkolat yang akan dapat menyumbat saluran air seni. Jika kristal yang terbentuk tersebut semakin banyak, maka kelama-lamaan dapat menimbulkan gangguan pada saat mengeluarkan air seni. Bahkan jika terbentuknya infeksi yang dapat menimbukan gangguan-gangguan lebih lanjut. Nih dari sini (http://sugengfiles.wordpress.com/2007/07/20/just-for-fun-rahasia-dibalik-jengkol/)

Tapi, tapi, tau ga kalau petai alias peuteuy. Ternyata punya khasiat bagus loooooooh. Nih yah,


Ets, bagi yang doyan apel bakalan kecele, karena petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji. Petai mengandung tiga macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi tersebut mampu memberikan dorongan tenaga instan, tetapi cukup lama dan cukup besar efeknya.

Riset membuktikan, dua porsi petai mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Karena itu, petai merupakan sumber energi yang potensial untuk mendukung berbagai aktivitas. Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor. DNA dan RNA di dalam tubuh kita terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat, demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel.

Juga diambil dari (http://sugengfiles.wordpress.com/2007/04/04/just-for-fun-rahasia-dibalik-petai/)

Tuh kaaaan, kata sy juga mendingan pete dr pada jengkol. Huahahaha eh, kalian suka yang mana jadinya? Yang ga suka pete noh ada manfaatnya kan, banyak lagi. Noh yang suka jengki serem tau akibatnya. Hahahaha xp ah sayah mah tetep cinta pete… hohoho apalagi yang dimakan di pa yana. Duh kapan kita kesana kawan? Hayu atuh. Heu

Menurut lo, menurut lo. Ini ditaro di ahsoc pegimana? Ahahahaha didiskusi , ato di blog gw, ah taro aja di Li groups. Hahahahaha

Sudahlah, cheers!

~ by hibatun naeem on November 15, 2008.

Leave a Reply